Rabu, 16 Jun 5300

BI Kucurkan Rp 47 T ke Perbankan, Pimpinan DPD Berharap Perbesar Bantuan Pinjaman Usaha ke Petani

2 minutes reading
Sultan B Najamudin
27 Jul 2023

Jakarta – Bank Indoneisa (BI) akan meningkatkan insentif likuiditas bagi Perbankan yang rajin menyalurkan kredit, besaran insentif likuiditas ini dinaikkan menjadi 4% dari semula 2,8% atau setara Rp 47,9 triliun ke sistem keuangan tanah air.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin menyampaikan apresiasi insentif moneter BI terhadap lembaga keuangan tersebut. Bauran kebijakan moneter dan fiskal telah telah menjadi jurus ampuh pemulihan perekonomian nasional pasca pandemi.

“Ini berita baik bagi keluarga kita yang bekerja di sektor pertanian dan kita berharap rekan-rekan Perbankan berorientasi pada pemberian bantuan kredit ini, juga fokus menyasar pelaku usaha pertanian sebagai sektor dominan di negara kita,” ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Rabu (26/07).

Sultan berharap sentuhan insentif likuiditas BI menjadi stimulan yang berarti bagi pertumbuhan kredit. Lembaga keuangan khususnya Perbankan BUMN tidak mempersulit proses kredit kepada pelaku usaha.

“Hendaknya pengajuan dari saudara kita para petani jangan dipersulit,“ tambah mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini.

Pertumbuhan kredit, kata Sultan, sangat berpengaruh pada kinerja industri dan konsumsi nasional. Dengan bonus demografi dan komoditas yang luar biasa, dirinya percaya dukungan likuiditas BI akan signifikan mendongkrak pertumbuhan dan pemerataan secara berkelanjutan.

“Sehingga kami ingin penyaluran kredit dilakukan secara tepat guna pada sektor riil yang berdampak luas. Prioritaskan pada sektor-sektor yang signifikan memberikan insentif ekonomi yang masif kepada masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.

Menurutnya, pembiayaan pada sektor pertanian yang mendorong pada penguatan sistem ketahanan pangan nasional, harus diberikan insentif khusus dan menjadi perhatian utama dan prioritas pemerintah dan perbankan saat ini.

“Sektor pertanian telah menjadi andalan ekspor Indonesia saat pandemi. Komoditas pertanian menjadi alat tawar geopolitik yang sangat menentukan,” tutupnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memberikan tambahan likuiditas hingga Rp 47,9 triliun kepada perbankan yang rajin menyalurkan kredit atau pinjaman.

Hal ini sejalan dengan insentif likuiditas yang semula 2,8 persen naik menjadi 4 persen. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan itu adalah salah satu ramuan jamu khusus yang dibuat untuk mendorong pertumbuhan kredit di dalam negeri.

“Jadi dengan menambah insentif 2,8 persen menjadi 4 persen itu total menambah likuiditasnya Rp47,9 triliun,” ujar Perry dalam konferensi pers, Selasa (25/7).

Namun, insentif diberikan kepada perbankan yang menyalurkan kredit ke sektor tertentu, seperti mineral dan batu bara (minerba), perikanan dan sumber daya alam lainnya.

“Sektornya yang mempunyai daya ungkit pertumbuhan tinggi, apa sektornya? Hilirisasi minerba, hilirisasi pertanian, peternakan, perikanan, semua hilirisasi,” jelasnya.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *